Rabu, 15 November 2017

Rabu Wakasan

Assalaamu 'alaikum WW

Rabu Wakasan adalah hari rabu terakhir di bulan shofar.
Sebagian 'Ulama Ahli Kasyf mengatakan bahwa pada hari itu diturunkan beberapa macam bala’ dan jenis-jenis bala', setiap hari rabu terakhir di bulan Shofar,
dan buat kita ada kegiatan berupa melaksanakan sholat untuk menolak bala’ (Sholat Lidaf’il Bala’),
Siapa saja orang yang melaksanakan sholat tersebut, maka in sya Allah orang tersebut akan Allah jaga/pelihara dari bala-bala tersebut.

Dan pada tahun ini,
Rabu Wakasan jatuh pada hari Rabu Wage tanggal 26 Shofar 1439H/14 November 2017M.

Sholatnya dilaksanakan empat roka’at, dengan satu kali salam (tanpa tasyahud awwal)
Sholatnya dilaksanakan pada waktu Dhuha

Niat sholatnya :

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Setelah membaca Suroh Al-Faatihah,
kemudian membaca
Suroh Al-Kautsar 17x,
Suroh Al-Ikhlash 5x,
Suroh Al-Falaq 1x,
dan Suroh An-Naas 1x.
Hal ini dilakukan tiap roka'at.
Artinya setiap roka'at membaca semua suroh-suroh tersebut.

Selesai sholat, kemudian membaca Do’a ini :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللّٰهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللّٰهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هٰذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيْ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Tata cara ini ada di dalam kitab "Kanzun Najah"
Karya Asy-Syeikh 'Abdul Hamid Quddus

والله اعلم بالصواب

SEMOGA BERMANFA'AT

Kamis, 05 Oktober 2017

KISAH ASHABUL KAHFI

Ashabul Kahfi terdiri dari 7 pemuda yaitu: Tamlikha, Maksalmina, Martunis, Nainunis, Sarbunis, Falyastatyunis, Dzununis,erta seekor anjing bernama Qithmir.

Lokasi gua Ashabul Kahfi tersebut ada 3 pendapat
1. Gua di Efesus, Anatolia, (Turki sekarang).
2. Gua di Damsyik, Syria.
3. Gua di Amman, Jordan.

Pada awalnya penduduk Efesus beriman kepada Allah. Tapi keadaan berubah setelah Raja Diqyanus (Decius) menguasainya.Barang siapa yang tidak taat kemauannya, akan segera dibunuh.

Demi mempertahankan keislaman dan keimanan kepada Allah, 7 pemuda Ashabul Kahfi dan seekor anjing, memilih untuk mengasingkan diri serta bersembunyi dalam gua. Mereka teguh mempertahankan aqidah mereka walaupun nyawa terancam

Pada saat itulah, Allah menidurkan 7 pemuda tersebut selama 309 tahun. Allah membolik-balikkan tubuh mereka dari kanan ke kiri agar tidak dimakan rayap.

Allah memerintahkan matahari supaya pada saat terbit, condong memancarkan sinarnya ke dalam gua dari arah kanan, dan pada saat hampir terbenam supaya sinarnya mulai meninggalkan mereka dari arah kiri.

Setelah 309 tahun tersebut, Allah membangunkan mereka.Kemudian mereka saling menyapa.
“Siapakah di antara kita yang sanggup dan bersedia berangkat ke kota membawa uang untuk bisa mendapatkan makanan? Tetapi yang akan pergi ke kota nanti supaya hati-hati"

Tamlikha berkata “Aku sajalah yang berangkat untuk mendapatkan makanan”

Setibanya di sebuah pasar, ia bertanya kepada seorang penjaja roti
"Hai tukang roti, apakah nama kota kalian ini?”. “Ephesus,” sahut penjual roti?"

Penjual Roti berkata kepada Tamlikha
“Alangkah beruntungnya aku! Rupanya engkau baru menemukan harta karun.. Berikan sisa uang itu kepadaku! Kalau tidak, engkau akan kuhadapkan kepada raja"

"Aku tidak menemukan harta karun,” sangkal Tamlikha... “Uang ini kudapatkan tiga hari yang lalu dari hasil penjualan buah kurma seharga 3 dirham! Aku kemudian meninggalkan kota karena orang-orang semuanya menyembah Diqyanus!”

Penjual roti itu marah. Tamlikha lalu ditangkap dan dibawa pergi menghadap raja.

Tamlikha menjelaskan “Baginda, aku tidak menemukan harta karun..
aku adalah penduduk kota ini..

Raja bertanya sambil keheran-heranan “Engkau penduduk kota ini?...adakah orang yang kau kenal?” tanya raja

Tamlikha menyebut nama-nama kurang lebih 1000 orang, tetapi tak ada satu
nama pun yang dikenal oleh raja atau oleh orang lain yang hadir mendengarkan.

Mereka berkata: “Ah…, semua itu bukan nama orang-orang yang hidup di zaman kita sekarang. Tetapi, apakah engkau mempunyai rumah di kota ini?”

Raja kemudian memerintahkan beberapa orang menyertai Tamlikha pergi.
Oleh Tamlikha mereka diajak menuju ke sebuah rumah yang paling tinggi di
kota itu. Setibanya di sana, Tamlikha berkata kepada orang yang mengantarkan: “ inilah rumahku!”

Pintu rumah itu lalu diketuk. Keluarlah seorang lelaki yang sudah sangat lanjut
usia dan renta...dia terperanjat
ketakutan,“Kalian ada perlu apa?”

Utusan raja yang menyertai Tamlikha menyahut: “Orang muda ini mengaku rumah ini adalah rumahnya!”

Sambil mengamat-amati ia bertanya: “Siapa namamu?”
“Aku Tamlikha anak Filistin!”

Orang tua itu bertekuk lutut di depan kaki Tamlikha sambil berucap: “Engkau adalah datukku! Demi Allah, ia salah seorang di antara orang-orang yang melarikan diri dari Diqyanus, raja durhaka.”

Peristiwa yang terjadi di rumah orang tua itu kemudian di laporkan kepada raja.Raja segera datang menuju ke tempat Tamlikha yang sedang berada di rumah orang tua tadi.

Dua orang bangsawan kemudian mengantar Tamlikha menuju ke gua.

“Aku khawatir kalau sampai teman-temanku mendengar suara tapak kuda, atau gemerincingnya senjata. Mereka pasti menduga Diqyanus datang dan mereka bakal mati semua. Oleh karena itu kalian berhenti saja di sini"...pinta Tamlikha

Tamlikha lalu masuk seorang diri ke dalam gua disambut teman-temannya berdiri kegirangan, dan Tamlikha dipeluknya kuat-kuat.

"Tahukah kalian, sudah berapa lamakah kalian tinggal di sini?”
“Kami tinggal sehari atau beberapa hari saja,” jawab mereka.
“Tidak!” sangkal Tamlikha. “Kalian sudah tinggal di sini selama 309 tahun!
“Diqyanus sudah lama meninggal dunia! Generasi demi generasi sudah lewat silih berganti, dan penduduk kota itu sudah beriman kepada Allah yang Maha Agung! Mereka sekarang datang untuk bertemu dengan kalian!”

Teman-teman Tamlikha menyahut: “Hai Tamlikha, apakah engkau hendak menjadikan kami ini orang-orang yang menggemparkan seluruh jagad?”

“Lantas apa yang kalian inginkan?” Tamlikha balik bertanya.

“Angkatlah tanganmu ke atas dan kami pun akan berbuat seperti itu juga,” jawab mereka.

Mereka bertujuh semua mengangkat tangan ke atas, kemudian berdoa: “Ya Allah, dengan kebenaran yang telah Kau perlihatkan kepada kami tentang keanehan yang kami alami , cabutlah nyawa kami tanpa sepengetahuan orang lain!”

Allah mengabulkan permohonan mereka. Lalu memerintahkan Malaikat maut mencabut nyawa mereka...kemudian Allah melenyapkan pintu gua.
Dua bangsawan yang menunggu diluar berputar-putar mencari gua itu..namun sia-sia.

“(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. [Al-Kahfi: 10]

“Lalu Kami tidurkan mereka dengan nyenyak dalam gua itu, bertahun-tahun, yang banyak bilangannya”. [Al-Kahfi: 11]

“Kemudian Kami bangkitkan mereka (dari tidurnya), untuk Kami menguji; siapakah dari dua golongan di antara mereka yang lebih tepat kiraannya, tentang lamanya mereka hidup (dalam gua itu)”. [Al-Kahfi: 12]

"Kami ceritakan kepadamu (Wahai Muhammad) perihal mereka dengan benar; sesungguhnya mereka itu orang-orang muda yang beriman kepada tuhan mereka, dan Kami tambahi mereka dengan hidayah dan petunjuk”. [Al-Kahfi: 13]

“Dan Kami kuatkan hati mereka (dengan kesabaran dan keberanian), semasa mereka bangun (menegaskan tauhid) lalu berkata “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”. [Al-Kahfi: 14]

"(Mereka berkata pula sesama sendiri): “Kaum kita itu, menyembah beberapa tuhan yang lain dari Allah; sepatutnya mereka mengemukakan keterangan yang nyata yang membuktikan ketuhanan makhluk-makhluk yang mereka sembah itu?(Tetapi mereka tidak dapat berbuat demikian)..Maka tidak ada yang lebih zalim dari orang-orang yang berdusta terhadap Allah. [Al-Kahfi: 15]

“Dan oleh karena kamu telah mengasingkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah yang lain dari Allah, maka pergilah kamu berlindung di gua itu, supaya Tuhan kamu melimpahkan dari RahmatNya kepada kamu, dan menyediakan kemudahan-kemudahan untuk urusan kamu dengan memberikan bantuan yang berguna”. [Al-Kahfi: 16]

“Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, condong ke kanan dari gua mereka; dan apabila ia terbenam, meninggalkan mereka ke arah kiri, sedang mereka berada dalam satu tempat yang luas di gua...Itulah tanda-tanda kekuasaan Allah. Barangsiapa diberi hidayah petunjuk oleh Allah, maka dialah yang berjaya mencapai kebahagiaan; dan barangsiapa yang disesatkanNya maka engkau tidak akan memperoleh seorang penolong pun yang dapat menunjukkan (jalan yang benar) kepadanya”. [Al-Kahfi: 17]

"Dan engkau sangka mereka sadar, padahal mereka tidur dan Kami balik-balikkan mereka dalam tidurnya ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri (supaya badan mereka tidak dimakan tanah) sedangkan anjing mereka menjulurkan dua kaki depannya dekat pintu gua..jika engkau melihat mereka, tentulah engkau akan berpaling melarikan diri dari mereka, dan tentulah engkau akan merasa penuh ketakutan kepada mereka [Al-Kahfi: 18]

"Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka "Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)”...mereka menjawab “Kita berada (disini) sehari atau setengah hari”... Berkata (yang lain lagi) “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini)...Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun”. [Al-Kahfi: 19]

"Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya... Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: “Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata“Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”. [Al-Kahfi: 20]

"Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan “(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan (jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya”...Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit” Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka”. [Al-Kahfi: 21]

"(Sebagian dari) mereka akan berkata: “Bilangan Ashabul Kahfi itu tiga orang, yang keempatnya ialah anjing mereka” dan setengahnya pula berkata bilangan mereka lima orang, yang keenamnya ialah anjing mereka”, secara meraba-raba dalam gelap akan sesuatu yang tidak diketahui dan setengahnya yang lain berkata “Bilangan mereka tujuh orang dan yang kedelapan ialah anjing mereka”...“Katakanlah (wahai Muhammad) “Tuhanku lebih mengetahui akan bilangan mereka, tiada yang mengetahui bilangannya melainkan sedikit”... Karena itu janganlah engkau membahas dengan siapapun mengenai mereka melainkan dengan bahasan (secara sederhana) yang nyata (keterangannya di dalam al-Quran), dan janganlah engkau meminta penjelasan mengenai hal mereka kepada seseorang pun dari golongan (yang membincangkannya)”. [Al-Kahfi: 22]

“Dan mereka telah tidur dalam gua mereka, tiga ratus tahun (dengan perkiraan ahli kitab) dan sembilan lagi (dengan perkiraan kamu)”. [Al-Kahfi: 2

Diambil dari Berbagai sumber

Kamis, 23 Maret 2017

AHLUL MUSIBAH DAN AHLUL 'AAFIYAH

Manusia itu kelak di akhirat akan dibagi menjadi 2 macam, yaitu ahlul Musibah dan ahlul 'Aafiyah.

Ahlul Musibah

Ahlul musibah adalah orang-orang yang pada masa hidup di dunia selalu kena musibah, selalu diuji dengan macam-macam hal, hidupnya sering susah, sengsara bertubi-tubi.

Ahlul 'Aafiyah

Sementara ahlul 'afiyah adalah orang-orang yang pada masa hidup di dunia enak-enak saja. Segala kemudahan didapatkannya tanpa usaha yang berarti.

Pada saat hari perhitungan, ALLAH perintahkan pada malaikat agar menghisab Ahlul musibah terlebih dahulu.

Lalu, dengan cepat malaikat melaporkan pada ALLAH, bahwa hisab mereka sebentar saja karena dosa-dosa mereka sudah digugurkan lewat musibah dan ujian yang menimpa mereka saat di dunia.

Maka ALLAH perintahkan agar memberikan mereka 3 hal :

1. Afiyah atau kekuatan, sebagai ganti kesusahan yang dia dapat di dunia dulu.

2. Khoiron atau kebaikan, yaitu surga.

3. Manzilan yaitu tempat yang tinggi atau kedudukan yang tinggi di surga.

Demikianlah...

Jadi bagi orang yg sering diuji oleh ALLAH, bukan karena ALLAH benci padanya, tapi karena ALLAH ingin ganti kesusahannnya itu dengan nikmat di akhirat nanti.

Demikian pula dengan orang yg sering diberi nikmat dan kemudahan, hati-hati...

Para shahabat Rasul dulu sering menangis jika mereka mendapat nikmat dan kemudahan bertubi-tubi karena mereka takut jangan-jangan itu harusnya adalah nikmat mereka di akhirat, namun disegerakan di dunia ini.

Masya ALLAH...

Kadang kita merasa tak sabar saat ujian datang, entah sakit, entah payah finansial, entah kehilangan...
Kita buru-buru mengeluh...
Buru-buru 'menggugat' ALLAH....

Masya ALLAH....

Padahal jika kita mau bersabar, maka semua kepayahan itu akan digantikan oleh ALLAH dengan kenikmatan yang jauuuh lebih besar.

Mari bersabar atas semua keadaan...
Mari bersyukur dalam setiap kesempatan...
Sebab ALLAH tidak akan pernah menyia-nyiakan hamba-Nya...

والله اعلم بالصواب

Selasa, 31 Januari 2017

Shalat nemakai sepatu

Hukum Shalat Menggunakan Sepatu  Shalat menggunakan sepatu atau sandal, adalah sesuatu yang lumrah di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan terdapat hadis yang secara khusus memerintahkan kita untuk melaksanakan shalat dengan memakai sandal, agar tidak meniru kebiasaan yahudi. Artinya, latar belakang beliau melakukan shalat dengna sandal atau sepatu bukan karena masjid beliau yang beralas tanah. Namun lebih dari itu.  Kita akan simak beberapa hadis  berikut,  Pertama, hadis dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu, beliau menyatakan,  رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي حَافِيًا وَمُنْتَعِلًا  Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang shalat dengan tidak beralas kaki dan kadang shalat dengan memakai sandal. (HR. Abu daud 653, Ibnu Majah 1038, dan dinilai Hasan Shahih oleh al-Albani).  Kedua, ketika beliau safar, beliau shalat dengan memakai sepatu.  Sahabat al-Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa beliau pernah bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah safar. Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, akupun menunduk untuk melepaskan sepatu beliau. Namun beliau melarangnya dan mengatakan,  دَعْهُمَا ، فَإِنِّى أَدْخَلْتُهُمَا طَاهِرَتَيْنِ  Biarkan dia, karena saya memakainya dalam kondisi suci.  Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusapnya. (HR. Bukhari 206 & Muslim 655).  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengingatkan kepada umatnya tentang hal ini. Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ، فَلْيَلْبَسْ نَعْلَيْهِ، أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا بَيْنَ رجليه، ولا يؤذ بهما غيره  “Apabila kalian shalat, hendaknya dia pakai kedua sandalnya atau dia lepas keduanya untuk ditaruh di kedua kakinya. Janganlah dia mengganggu yang lain.” (HR. Ibnu Hibban 2183, Ibnu Khuzaimah 1009 dan sanadnya dinilai shahihkan al-Albani)  Seorang tabiin, Said bin Yazid al-Azdi, beliau pernah bertanya kepada Anas bin Malik,  أَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي نَعْلَيْهِ؟  “Apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat dengan menggunakan sandal?”  Jawab Anas: “Ya.” (HR. Bukhari 386, Turmudzi 400, dan yang lainnya).  Bahkan beliau menyebutkan, shalat memakai sandal termasuk sikap tampil beda dengan model ibadahnya yahudi. Dari Syaddad bin Aus, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan,  خَالِفُوا الْيَهُودَ فَإِنَّهُمْ لَا يُصَلُّونَ فِي نِعَالِهِمْ، وَلَا خِفَافِهِمْ  “Bersikaplah yang berbeda dengan ornag Yahudi. Sesungguhnya mereka tidak shalat dengan menggunakan sandal maupun sepatu.” (HR. Abu Daud 652 dan dishahihkan al-Albani)  Jika anda menyimak hadis di atas, terlepas dari semua kondisi lingkungan, kira-kira apa yang bisa anda simpulkan mengenai hukum shalat dengan memakai sepatu atau sandal? Haram, makruh, mubah, sunah, atau wajib?  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita agar tidak meniru kebiasaan buruk yahudi, yang mereka tidak pernah shalat dengan memakai sandal. Artinya, setidaknya kaum muslimin pernah shalat dengan memakai sandal. Sehingga setidaknya, minimal anda akan menyimpukannya bahwa itu sunah.

Senin, 03 Agustus 2015

MP3 Alquran

Download MP3 Qur'an from Mishary Rasyid (California Version)

http://kazekate.com/download/download-quran-audio-mishary-rashid-al-afasy/ ]

1. Al-Fatihah ⇨ http://j.mp/1e17IoU
2. Al-Baqarah ⇨ http://j.mp/1zZp7rP
3. Ali `Imran ⇨ http://j.mp/1K66h5Y
4. An-Nisa' ⇨ http://j.mp/1zZp13j
5. Al-Ma'idah ⇨ http://j.mp/1e17OwG
6. Al-'An`am ⇨ http://j.mp/1A0268C
7. Al-'A`raf ⇨ http://j.mp/1A027cz
8. Al-'Anfal ⇨ http://j.mp/1A024NM
9. At-Tawbah ⇨ http://j.mp/1A0228C
10. Yunus ⇨ http://j.mp/1e17OwN
11. Hud ⇨ http://j.mp/1A0228E
12. Yusuf ⇨ http://j.mp/1zZp8w0
13. Ar-Ra`d ⇨ http://j.mp/1A023cS
14. Ibrahim ⇨ http://j.mp/1zZoYEP
15. Al-Hijr ⇨ http://j.mp/1zZpbru
16. An-Nahl ⇨ http://j.mp/1RE2Llx
17. Al-'Isra' ⇨ http://j.mp/1zZp7rO
18. Al-Kahf ⇨ http://j.mp/1A0200E
19. Maryam ⇨ http://j.mp/1e17OwK
20. Taha ⇨ http://j.mp/1A027cx
21. Al-'Anbya' ⇨ http://j.mp/1e17TR6
22. Al-Haj ⇨ http://j.mp/1zZoWN3
23. Al-Mu'minun ⇨ http://j.mp/1zZp8vY
24. An-Nur ⇨ http://j.mp/1zZp13i
25. Al-Furqan ⇨ http://j.mp/1zZp7rS
26. Ash-Shu`ara' ⇨ http://j.mp/1e17OwP
27. An-Naml ⇨ http://j.mp/1A022pn
28. Al-Qasas ⇨ http://j.mp/1A0200A
29. Al-`Ankabut ⇨ http://j.mp/1e17MoC
30. Ar-Rum ⇨ http://j.mp/1e17LBe
31. Luqman ⇨ http://j.mp/1A0200C
32. As-Sajdah ⇨ http://j.mp/1e17Swx
33. Al-'Ahzab ⇨ http://j.mp/1zZoZZr
34. Saba' ⇨ http://j.mp/1QIZwaU
35. Fatir ⇨ http://j.mp/1e17OwH
36. Ya-Sin ⇨ http://j.mp/1zZpbrw
37. As-Saffat ⇨ http://j.mp/1zZp8Mg
38. Sad ⇨ http://j.mp/1e17Mow
39. Az-Zumar ⇨ http://j.mp/1A01XBZ
40. Ghafir ⇨ http://j.mp/1EBUk0U
41. Fussilat ⇨ http://j.mp/1e17OwM
42. Ash-Shuraa ⇨ http://j.mp/1A028x0
43. Az-Zukhruf ⇨ http://j.mp/1e17UEN
44. Ad-Dukhan ⇨ http://j.mp/1zZp13o
45. Al-Jathiyah ⇨ http://j.mp/1e18Ad3
46. Al-'Ahqaf ⇨ http://j.mp/1A02yUd
47. Muhammad ⇨ http://j.mp/1zZpL8H
48. Al-Fath ⇨ http://j.mp/1e18Cll
49. Al-Hujurat ⇨ http://j.mp/1e18Clj
50. Qaf ⇨ http://j.mp/1A02yUf
51. Adh-Dhariyat ⇨ http://j.mp/1e18Clf
52. At-Tur ⇨ http://j.mp/1A02x2u
53. An-Najm ⇨ http://j.mp/1e18Clo
54. Al-Qamar ⇨ http://j.mp/1A02vrE
55. Ar-Rahman ⇨ http://j.mp/1e18Bh6
56. Al-Waqi`ah ⇨ http://j.mp/1A02wf4
57. Al-Hadid ⇨ http://j.mp/1e18Cln
58. Al-Mujadila ⇨ http://j.mp/1A02x2s
59. Al-Hashr ⇨ http://j.mp/1zZpOl2
60. Al-Mumtahanah ⇨ http://j.mp/1A02wf3
61. As-Saf ⇨ http://j.mp/1zZpL8L
62. Al-Jumu`ah ⇨ http://j.mp/1A02wf8
63. Al-Munafiqun ⇨ http://j.mp/1zZpMcK
64. At-Taghabun ⇨ http://j.mp/1e18zWL
65. At-Talaq ⇨ http://j.mp/1e18ySF
66. At-Tahrim ⇨ http://j.mp/1zZpOBx
67. Al-Mulk ⇨ http://j.mp/1e18B0T
68. Al-Qalam ⇨ http://j.mp/1EDppQW
69. Al-Haqqah ⇨ http://j.mp/1zZpOl3
70. Al-Ma`arij ⇨ http://j.mp/1e18ySH
71. Nuh ⇨ http://j.mp/1A02vHS
72. Al-Jinn ⇨ http://j.mp/1e18zWN
73. Al-Muzzammil ⇨ http://j.mp/1zZpNgS
74. Al-Muddaththir ⇨ http://j.mp/1e18ySC
75. Al-Qiyamah ⇨ http://j.mp/1A02yUn
76. Al-'Insan ⇨ http://j.mp/1e18zWF
77. Al-Mursalat ⇨ http://j.mp/1A02vHU
78. An-Naba' ⇨ http://j.mp/1e18zWH
79. An-Nazi`at ⇨ http://j.mp/1A02yUh
80. Abasa ⇨ http://j.mp/1A02wMe
81. At-Takwir ⇨ http://j.mp/1A02wf7
82. Al-'Infitar ⇨ http://j.mp/1e18ySB
83. Al-Mutaffifin ⇨ http://j.mp/1zZpOBs
84. Al-'Inshiqaq ⇨ http://j.mp/1zZpOBy
85. Al-Buruj ⇨ http://j.mp/1zZpMcO
86. At-Tariq ⇨ http://j.mp/1A02yUj
87. Al-'A`la ⇨ http://j.mp/1A02wfb
88. Al-Ghashiyah ⇨ http://j.mp/1zZpOBk
89. Al-Fajr ⇨ http://j.mp/1e18WjW
90. Al-Balad ⇨ http://j.mp/1zZq4R5
91. Ash-Shams ⇨ http://j.mp/1A02Lqq
92. Al-Layl ⇨ http://j.mp/1e18TEP
93. Ad-Duhaa ⇨ http://j.mp/1zZq7Mv
94. Ash-Sharh ⇨ http://j.mp/1e18TEJ
95. At-Tin ⇨ http://j.mp/1e18TEL
96. Al-`Alaq ⇨ http://j.mp/1zZq57A
97. Al-Qadr ⇨ http://j.mp/1A02Lqp
98. Al-Bayyinah ⇨ http://j.mp/1A02J1J
99. Az-Zalzalah ⇨ http://j.mp/1zZq5nO
100. Al-`Adiyat ⇨ http://j.mp/1A02Lqn
101. Al-Qari`ah ⇨ http://j.mp/1A02J1K
102. At-Takathur ⇨ http://j.mp/1zZq7Mt
103. Al-`Asr ⇨ http://j.mp/1e18WjU
104. Al-Humazah ⇨ http://j.mp/1A02J1P
105. Al-Fil ⇨ http://j.mp/1A02J1T
106. Quraysh ⇨ http://j.mp/1A02J1O
107. Al-Ma`un ⇨ http://j.mp/1e18W3F
108. Al-Kawthar ⇨ http://j.mp/1zZq5nQ
109. Al-Kafirun ⇨ http://j.mp/1e18W3D
110. An-Nasr ⇨ http://j.mp/1A02Lqv
111. Al-Masad ⇨ http://j.mp/1A02J1M
112. Al-'Ikhlas ⇨ http://j.mp/1zZq5nU
113. Al-Falaq ⇨ http://j.mp/1e18Tov
114. An-Nas ⇨ http://j.mp/1e18Tot

Selasa, 17 Juni 2014

Cinta Sejati dalam Pandangan Islam..


Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?


Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.

Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.

Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).

Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.

Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?

Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.

Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.

Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.

Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?

Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:

Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.

Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.

Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:

يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.

“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)

Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)

Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.

Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?

Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره

“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:

كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ

Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).

Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ

Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.

Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102

“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)

Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?

Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.

Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?

Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan pada hadits lain beliau bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.

“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.

الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)

Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.

Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.

Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku…

Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.

*

Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.